Lompat ke isi utama

Imunisasi di Tengah Pandemi

admin
Comment:0

Pandemi COVID-19 yang terjadi di seluruh dunia, termasuk Indonesia, telah menyebabkan penurunan angka imunisasi yang drastis. World Health Organization (WHO) menyebutkan penurunan yang terjadi sangat signifikan untuk pertama kali dalam 28 tahun terakhir. 

WHO dalam siaran pers Juli lalu menyebutkan empat bulan pertama tahun 2020 menunjukan penurunan signifikan dari jumlah anak yang menyelesaikan tiga dosis vaksin difteri, pertussis, dan tetanus (DPT). Salah satu penyebab penurunan angka imunisasi tersebut adalah kecemasan orang tua untuk membawa anaknya ke puskesmas karena takut terpapar COVID-19. 

Padahal imunisasi merupakan layanan kesehatan yang penting untuk melindungi orang-orang yang rentan dari berbagai Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I). Dalam imunisasi terdapat konsep yang dikenal sebagai herd immunity atau kekebalan kelompok. Kekebalan kelompok bisa tercapai jika cakupan imunisasi pada sasaran tinggi dan merata di seluruh wilayah. Dengan memberikan imunisasi secara tepat waktu, orang-orang tersebut dan masyarakat dapat tetap terlindungi dan kemungkinan terjadinya wabah penyakit berkurang. 

Pencegahan wabah penyakit ini tidak hanya menyelamatkan nyawa banyak orang, tetapi juga memastikan sumber daya yang digunakan secara efektif dan membantu sistem kesehatan yangs sudah terbebani pandemi COVID-19. Oleh karena itu Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), saat ini tengah berusaha untuk tetap menggaungkan pentingnya imunisasi sesuai jadwal meski pandemi. 

Saat ini pelayanan imunisasi yang dilakukan menyesuaikan kebijakan daerah dengan melihat analisis epidemiologi penyebaran COVID-19, cakupan imunisasi, dan situasis epidemiologi PD3I. Pelayanan imunisasi tetap dilakukan dengan memperhatikan protokol-protokol Pencegahan Pengendalian Infeksi (PPI) seperti mencuci tangan, menggunakan masker, dan menjaga jarak 2 meter. 

Beberapa daerah di Indonesia berupaya meningkatkan kembali jumlah imunisasi dengan menerapkan sistem “jemput bola” yakni mendatangi langsung rumah anak-anak untuk memberikan imunisasi sesuai dengan jadwal. Program ini dinilai efektif untuk meningkatkan cakupan imunisasi. Diharapkan baik pemerintah atau masyarakat dapat bekerja sama dalam penyelenggaraan pelayanan imunisasi pada masa pandemi ini sehingga anak tetap terlindungi. 
 

Banner Ajakan Ayo Pakai Masker